Pages

CERITA


Hidup ini adalah sebuah cerita, cerita yang menggembirakan, menyedihkan, haru, membanggakan dan cerita-cerita lainnya akan kita catat sepanjang kita menghela napas di dunia yang fana ini. Kita dipersilakan untuk mencicipi semuanya itu layaknya hidangan yang tersaji di depan kita semua. Namun demikian, tidak selamanya kita dapat memilih hidangan yang kita sukai, akan tetapi kita dipaksa untuk menyantap hidangan dari “Koki” yang sebenarnya kita tidak menyukainya. Ya, tidak selamanya cerita yang akan kita tulis dengan napas kita adalah cerita yang kita harapkan dan kita idamkan, namun sebuah cerita menyedihkan atau bahkan mengenaskan yang sudah ditentukan oleh Sang Maha Pengasih. Ya, Sang Maha Pengasih. Lalu, kenapa Tuhan Sang Maha Pengasih justru malah menurunkan cerita menyedihkan kepada makhluknya? Kenapa harus ada sesuatu yang buruk yang diberikan kepada kita manusia makhluk lemah yang paling mulia dibandingkan dengan binatang dan bebatuan serta jin? Kenapa tidak selamanya cerita menyenangkan saja yang diberikan kepada manusia? Kenapa tidak sesuatu yang selalu baik saja yang Tuhan turunkan untuk kita? Kenapa? Padahal katanya Tuhan itu Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang?

Masa lalu adalah sejarah, saat sekarang ketika kita membaca tulisan ini adalah kenyataan, dan hari esok adalah misteri. Hidup selalu diliputi oleh misteri yang tidak terpecahkan oleh manusia, dan baru akan terpecahkan ketika hari esok telah menjadi saat sekarang ini, ketika semuanya menjadi kenyataan yang sekalipun manusia paling lemahpun bisa menyaksikannya. Manusia tidak akan mampu melihat kepastian pada hari yang akan datang. Kecuali orang-orang tertentu yang memang diijinkan oleh Tuhan dan dianugerahi kemampuan melihat “perkiraan” hari depan, perkiraan bukanlah kepastian. Peluang untuk meleset lebih besar daripada tidaknya. Apalagi yang dilakukan  oleh para peramal-peramal itu.

Tidak hanya soal waktu saja yang bisa kita sebut sebagai misteri, tidak hanya soal masa depan atau hari esok saja yang bisa kita katakan misteri, namun, jauh dari itu semuanya adalah misteri kehidupan. Misteri kehidupan sebagaimana cerita-cerita yang telah, sedang dan akan manusia torehkan dalam kertas kehidupannya. Misteri yang berkaitan dengan hakikat hidup manusia, cerita-cerita manusia, hidangan-hidangan yang harus disantap oleh manusia, ataupun berkaitan dengan permasalah yang dihadapi manusia. Semuanya itu misteri yang tidak akan terpecahkan sampai kapanpun oleh manusia tanpa usaha yang mendalam mendekat pada Robb semesta alam.

Pada hakikatnya, Tuhan tidaklah akan memberikan suatu yang buruk kepada makhluknya, karena Tuhan sampai kapanpun dimana waktu tidak terhenti selalu dan selalu Sang Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Lalu, kenapa kita terkadang “menulis” cerita sedih? Cerita buruk? Jawabannya karena kita belum mampu mencerna dengan baik apa hakikat cerita yang kita tulis tersebut, karena kita belum mampu memecahkan misteri ataupun teka-teki kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita, karena kita belum mampu menangkap hikmah yang sebenarnya lebih mendalam dari sekedar apa yang kita tulis dalam cerita itu, karena kita masih bodoh, lemah, dan jauh dengan Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Itulah jawabannya kenapa cerita yang kita lukis diatas kanvas kehidupan kita sebut dengan istilah yang inferior, sedih, buruk, jelek, terkutuk, entah apalagi namanya.

Substansinya, cerita-cerita yang kita catat adalah semuanya yang baik dan bermanfaat untuk kita manusia makhluk Tuhan. Sebagai makhluk yang akan mencatat cerita-ceritanya sendiri manusia haruslah selalu tafakkur, memikirkan apa sebenarnya yang ada dibalik tembok yang menghadang manusia, selalu berusaha mencoba memecahkan misteri dari Tuhan Penyayang makhluknya. Untuk alasan itulah kenapa harus ada cerita yang berkisah dan terasa sedih dan tidak baik, namun sebenarnya tidak, namun 1800 berkebalikan dengan apa yang kita rasakan.

Untuk diri saya sendiri, dan siapapun yang berkesempatan mambaca tulisan ini, saya mengajak, marilah bermain teka-teki dari Tuhan, mari bersama-sama mencoba pecahkan misteri demi misteri yang kita hadapi. Marilah lebih mendekatkan diri kepada pencipta kita semua Allah SWT, marilah kenali Dia selain kenali diri kita sendiri, karena tak kenal maka tak sayang begitu kata pepatah yang bijak. Semua itu harus kita lakukan semata karena dengan begitu kita akan menjadi manusia yang bijak dan pintar serta mendapatkan kebahagiaan yang tiada taranya. Karena dengan begitu cerita-cerita yang telah, sedang, dan akan kita tulis akan terasa sangat berkesan dan sarat akan makna, serta berakhir dengan senyuman yang selalu kita dambakan, sebuah senyuman tanpa paksaan sebagai penutup dari sederet cerita yang kita tulis bersama-sama, seiring mata kita yang tertutup dan napas kita yang terhenti dengan tubuh kita yang menyala penuh aura kebahagiaan, siap untuk bertemu dengan Allah SWT dan Rasul-rasulnya di Surganya yang indah penuh dengan mata air yang menyegarkan dan kehijau-hijauan serta kebiru-biruan yang menyejukkan mata dan hati kita. Subhanallah...

Amin dan semoga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda disini. apa saja. monggo.