Presentation antro pembView more presentations from guest038b46.
Pages
Antropologi Pembangunan
Muhammad Ghufroni | 10:41 | | 0 komentar
Kebudayaan dan politik. from pak Fadli.
Muhammad Ghufroni | 13:54 | | 0 komentar
Kapita selekta (kebudayaan dan politik)View more presentations from guest038b46.
SANTRI VERSUS ABANGAN: Suatu Review
Muhammad Ghufroni | 20:35 | | 1 komentar
Bias Jarak Muhammad dengan Tradisi Keagamaan Umat Islam Indonesia
Dalam menulis buku “Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa” khususnya sub pokok bahasan perbedaan antara santri dan abangan ini, Geertz memberikan deskripsinya secara umum tentang islam. Menurutnya, islam adalah ethical prophecy atau sebuah agama kenabian etis. Umat islam meyakini ajaran islam dengan perantara serangkaian nabi yang ditutup oleh Muhammad. Ia juga mengatakan bahwa jarak antara Muhammad dan tradisi keagamaan saat itu sangatlah panjang hingga telah mengalami perubahan-perubahan. Sepeninggal Muhammad, generasi berikutnya membaca ajaran Muhammad dari intepretasi orang-orang setelah Muhammad. Geertz mengatakan, “para pengikutnya sekarang tidak lagi hidup dalam gilang gemilangnya inovasi keagamaan seperti dulu, tetapi lebih di dalam sinar ortodoksi doktrinal yang agak suram, karena, sebagaimana juga dalam agama Kristen, sejumlah besar doktor-doktor terpelajar- kaum ulama (mereka yang aktif)- mengerubungi inti asli Islam dan menyelimutinya dengan konstruksi doktrin dan hukum, penafsiran dan kodifikasi yang telah disusun rapi.”Pada intinya pokok ajaran yang dibawa Muhammad adalah monoteisme. Pengakuan hanya ada satu Tuhan yaitu Allah. Dalam tulisannya itu, Geertz juga menjabarkan kelima rukun islam yaitu Syahadat, sholat lima waktu, puasa, zakat dan haji bagi yang mampu.
Feminisme Psikoanalisis Dan Gender
Muhammad Ghufroni | 14:47 | | 0 komentar
Berbeda dengan aliran feminisme liberal, radikal serta marxis dan sosialis, femisisme psikoanalisis dan gender percaya bahwa penjelasan fundamental atas cara bertindak perempuan berakar dalam psike perempuan, terutama dalam cara pikir perempuan. Berdasar konsep Freud, seperti tahapan Oedipal dan komplek Oedipus, mereka mengklaim bahwa ketidaksetaraan gender berakar dari rangkaian pengalaman masa kanak – kanak awal mereka, yang mengakibatkan bukan saja cara laki – laki memandang dirinya sebagai maskulin, dan perempuan memandang dirinya sebagai feminin, melainkan juga cara masyarakat memandang bahwa maskulinitas adalah lebih baik dari femininitas. Berhipotesis bahwa dalam msyarakat nonpatriarkal, maskulinitas dan feminitas akan dikonstruksikan secara berbeda dan dihargai secara setara, feminis psikoanalisis merekomendasikan bahwa harus bergerak maju menuju masyarakat androgin, yang di dalam masyarakat ini manusia seutuhna merupakan campuran sifat – sifat positif feminin dan maskulin.
Langganan:
Postingan (Atom)